
Nggak Cuma Bakso Ini Street Food Malang yang Jarang Diketahui
Nggak Cuma Bakso: Ini Street Food Malang yang Jarang Diketahui – Kalau bicara soal kuliner Malang, bakso memang jadi ikon utama. Tapi tahukah kamu kalau kota apel ini menyimpan banyak street food unik, murah meriah, dan jarang diketahui wisatawan? Bahkan sebagian besar kuliner ini hanya bisa kamu temukan di gang kecil, sudut pasar, atau warung kaki lima legendaris.
Buat kamu pecinta makanan kaki lima, ini dia daftar street food Malang yang bukan cuma enak, tapi juga bikin kamu merasa jadi warga lokal sesungguhnya!

1. Rujak Cingur Kasin
📍 Lokasi: Sekitar Pasar Kasin, Jl. Kalimosodo, Malang
⏰ Jam buka: 11.00 – 17.00 WIB
Rujak cingur memang khas Surabaya, tapi versi Malang punya cita rasa lebih ringan dan cenderung manis gurih. Irisan cingur (hidung sapi), sayuran rebus, lontong, dan tahu diguyur bumbu petis kacang yang kental.
Kenapa unik?
Bumbunya digerus manual dengan cobek batu besar, dan disajikan dalam piring seng jadul. Otentik banget!
2. Tahu Campur Suroboyoan Hidayah
📍 Lokasi: Depan SPBU Soekarno-Hatta, Malang
⏰ Jam buka: 16.00 – 22.00 WIB
Tahu campur satu ini beda dari versi restoran. Disajikan dengan kuah daging rempah, lentho (gorengan singkong), tauge, mie kuning, dan sambal yang pedas menggoda.
Kenapa wajib dicoba?
Aromanya wangi rempah dan tekstur campurannya bikin nagih. Harganya juga cuma Rp 15.000-an!
3. Sempol Ayam SD (Sekolah Dasar)
📍 Lokasi: Sekitar SD di daerah Blimbing dan Lowokwaru
⏰ Jam buka: 13.00 – 18.00 WIB
Sempol ayam adalah camilan gorengan khas Malang dari campuran daging ayam, tepung, dan daun bawang, ditusuk seperti sate lalu digoreng. Disajikan dengan saus pedas dan kadang dicelup telur dulu.
Kenapa jarang diketahui?
Biasanya dijual hanya sore hari di depan SD atau gang-gang kecil. Rasanya gurih dan cocok buat ngemil jalan-jalan.
4. Cilok Kuah Pedas “Garem-Garem”
📍 Lokasi: Jl. Bendungan Sutami dan sekitarnya
⏰ Jam buka: 15.00 – 21.00 WIB
Cilok di sini disajikan berkuah pedas seperti seblak, lengkap dengan telur, bakso, dan kerupuk kering. Ada juga varian isi keju dan pedas dalam.
Kenapa unik?
Biasanya cilok hanya dikukus dan disiram saus kacang, tapi yang ini benar-benar ‘naik level’ dengan kuah super pedas yang nendang.
5. Ketan Bubuk Kacang Pasar Bunul
📍 Lokasi: Pasar Bunulrejo, Malang Timur
⏰ Jam buka: 06.00 – 09.00 WIB (pagi saja!)
Camilan khas tempo dulu ini disajikan dari ketan kukus hangat dengan taburan bubuk kacang sangrai dan sedikit gula pasir. Aromanya sangat khas dan hanya bisa ditemukan di pagi hari.
Kenapa jarang diketahui?
Penjualnya hanya satu-dua, dan biasanya mangkal pagi di pasar tradisional. Rasanya sederhana, tapi bikin nostalgia.
6. Wedang Angsle Jalan Sempu
📍 Lokasi: Jl. Sempu, dekat Alun-Alun Tugu
⏰ Jam buka: 18.00 – 22.30 WIB
Minuman khas Malang ini berisi kuah jahe manis, ketan, roti tawar, mutiara, kacang hijau, dan petulo (mi dari tepung beras). Cocok dinikmati malam hari saat udara Malang mulai dingin.
Kenapa menarik?
Wedang ini jarang ditemukan di kota lain dan punya rasa manis legit dengan aroma jahe yang menenangkan.
7. Lupis dan Cenil Kaki Lima
📍 Lokasi: Sekitar Jalan Pasar Besar atau Alun-Alun Kota
⏰ Jam buka: 07.00 – 10.00 WIB
Cenil dan lupis ini disajikan dengan parutan kelapa dan gula merah cair yang kental. Teksturnya kenyal lembut, dan rasanya manis alami.
Kenapa unik?
Hanya ada di pagi hari dan disajikan dalam pincuk daun pisang. Sensasi jadul yang langka ditemui di kota besar.
Tips Berburu Street Food Malang yang Jarang Diketahui
-
Datang lebih awal, karena kebanyakan street food ini cepat habis, terutama yang mangkal pagi hari.
-
Bawa uang tunai kecil karena hampir semua pedagang belum pakai e-wallet.
-
Gunakan motor atau jalan kaki untuk menjangkau lokasi di gang atau pasar.
-
Jangan ragu bertanya ke warga lokal—biasanya mereka tahu spot tersembunyi terbaik.
-
Siapkan tisu basah dan air minum sendiri, karena fasilitas makan biasanya sangat sederhana.
Kesimpulan
Nggak cuma bakso, street food Malang ternyata sangat beragam dan punya banyak rasa unik yang belum banyak dikenal wisatawan luar kota. Dari camilan ringan seperti sempol dan cilok kuah, hingga sajian manis khas tempo dulu seperti ketan bubuk dan wedang angsle—semuanya mencerminkan kekayaan kuliner rakyat Malang yang otentik dan merakyat.
Kalau kamu berencana jalan-jalan ke Malang, jangan hanya mampir ke restoran besar. Jelajahi gang, pasar, dan sudut kota, dan kamu akan menemukan rasa-rasa luar biasa yang nggak bisa kamu temukan di tempat lain.